/

Jejak Lebaran Idul Fitri 2020

Konten [Tampil]
Jejak Lebaran Idul Fitri 2020


Jejak Lebaran Idul Fitri 2020 - "Selamat hari lebaran minal walfaidzin mari bersalam-salaman mari bermaaf-maafan."

Sepenggal lagu lebaran diatas tidak bisa dilakukan tahun ini. Ya tahun 2020 adalah tahun Corona Virus. Hampir semua sektor lumpuh total dikarenakan Covid 19

Aktivitas sehari-sehari yang dipengaruhi Covid-19 mulai dari pendidikan, ekonomi, pariwisata dan masih banyak lagi. 

Tahun ini adalah tahun yang menyedihkan. Karena tidak bisa pulang kampung untuk menemui kedua orangtua. Sedih karena belum pulang selama setahun ini. 

Mungkin disana mereka hanya merayakan idul fitri berdua dan saudara dekat. Bukan tak ingin pulang tapi apa  daya kondisi seperti ini. Karena pemerintah sudah mewanti-wanti jangan mudik dulu tahun ini.

Rindu sungguh rindu. Karena mereka segalanya bagiku. Semoga Allah ta'ala memanjangkan umur dan mereka selalu sehat jasmani rohani.

Tahun kemarin tepat pada h-5 kami sahur bersama buka puasa bersama memberikan takjil ke mesjid. Pulangnya selalu h-5 atau h-7 sebelum lebaran.

Biasanya untuk takjil saya buat bakwan dan es campur. Hampir setiap hari. Sungguh rindu momen itu. 

Kemarin pun telepon orangtua. Bagaimana kabarnya disana. Dan setiap hari ditelepon selalu meminta maaf karena tidak bisa pulang. 

Orangtua memaklumi dan ridho. Mau bagaimana lagi katanya. Harus sabar dan tabah. Apalagi sedih karena Bapak sakit. Bapak selalu bilang baik-baik saja jika ditanyakan kabar. 

Mereka selalu mendoakan yang terbaik. Jaga kesehatan ya, semoga Allah memudahkan segala urusanmu. 

Sebagai anak, tentunya ingin selalu berkumpul bersama keluarga saat lebaran. Mungkin ada sebagian yang bilang masa gitu aja cengeng. Kamu dan saya beda cerita hidup jadi jangan di benturkan. 

Kita tidak tahu kapan umur orangtua. Setidaknya disaat masa tua ini saya ingin berbakti terus sama mereka. Mereka semangatku dalam bekerja dan menggapai ridhoNya.

Surat terbuka untuk orangtua

Dear Mama dan Bapak

Apa kabar keadaan Mama dan Bapak semoga Allah selalu melindungi aamiin yaa rabb. 

Ma, Pak, mohon maaf tahun ini tidak bisa mudik.  Dalam hati kecil ingin sekali mudik. Namun kondisi yang tidak mendukung mudik. 

Jika mudik, nanti akan di cap sebagai pemudik nakal. Saya tahu Ma, Pak. Hati kecil kalian ingin sekali berkumpul bersama anak dan cucu dalam hari raya. 

Saat sungkem di hari raya adalah salah satu yang saya tunggu. Kubisa tumpahkan segala kesalahan yang telah dilakukan di pangkuanmu. 

Sembari membelai kepala pertanda bahwa engkau telah memaafkan kesalahan sebelum saya meminta maaf. 

Itu momen yang sangat ditunggu. Saat posisi sungkem, hati ini merasa tenang bahwa Allah masih memberikanku kesempatan untuk terus meminta maaf dari dua keramat ini. 

Ma Pak, doa tulusmu selalu mengiringiku dalam perjalanan hidup ini. Jika Covid 19 sudah hilang. Insha Allah akan pulang. 

Salam hangat rindu dari anakmu. Mohon maaf Ma Pak  hanya kutulis rasa kerinduanku pada blog ini karena jika kuungkapkan nanti air mata kalian jatuh. 

Saya tidak mau ada air mata. Kuingin kalian selalu tersenyum bahagia. 

Selamat hari raya idul fitri 1441 Hijriyah Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. 














0 Response to "Jejak Lebaran Idul Fitri 2020 "

Post a comment

Mohon berkomentar dengan bijak. Berkomentar menggunakan link hidup otomatis akan di hapus. Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


data-full-width-responsive="true">

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel


data-full-width-responsive="true">