/ -->

Hidup Tenang Tanpa Takut Pendapat Orang Lain (FOPO)

Konten [Tampil]
Hidup Tenang Tanpa Takut Pendapat Orang Lain (FOPO)




Hidup Tenang Tanpa Takut Pendapat Orang Lain - Ada sebuah quotes yang menyentil seketika dari Filsuf Stoa Marcus Aurelius: "Tidak pernah berhenti membuat saya takjub: kita semua mencintai diri sendiri lebih dari orang lain, Tapi lebih peduli tentang pendapat mereka daripada pendapat kita sendiri." 

Sekarang banyak trend tentang mencintai diri sendiri tapi mereka tidak sadar justru lebih peduli dengan pendapat orang lain. Sehingga hidupnya pun dikendalikan atas apa orang lain mau. Harusnya mencintai diri sendiri tapi apa pun opini buruk orang lain malah ditanggapi dengan serius. Apakah begitu seharusnya? 

Apa Itu FOPO?


Manusia adalah makhluk sosial tidak terlepas dari namanya komunikasi satu sama lain. Mengemukakan pendapat adalah salah satu ekspresi yang wajar. Namun namanya yang berlebihan pasti tidak baik. Begitu pula ketergantungan kita terhadap pendapat orang lain dalam menjalani hidup. Apa-apa pengin divalidasi orang lain dulu baru bisa jalan progresnya. Hati-hati loh jika punya sikap itu. Kalau di istilahkan zaman sekarang fenomena ini dinamakan FOPO Fear of Other People's Opinion's yang artinya takut akan pendapat orang lain. 



Fopo adalah suatu konsep psikologis menggambarkan sikap seseorang dengan ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan terhadap pendapat orang lain. Seseorang yang mengalami Fopo akan merasakan cemas bahkan tertekan oleh pemikiran tentang apa yang orang lain kemukakan. 

Akibatnya mereka membatasi diri dalam berekspresi atau tidak berani dalam mengambil keputusan. Jane Ellys menjelaskan bahwa Fopo dapat melumpuhkan bagi banyak orang dan efeknya sangat besar.

Dampak FOPO Bagi Kehidupan


Lahirnya suatu fenomena psikologis tentu ada dampaknya. Fopo dapat menyebabkan kecemasan bahkan bisa menghambat kemampuan seseorang. Ia mengisolasi sosial takut dengan pendapat orang lain. Dampaknya tidak pandang bulu bisa menyerang anak kecil bahkan dewasa sekalipun. Selain itu dampak yang akan dirasakan mulai tidak percaya diri adanya sikap meragu-ragukan dalam mengambil keputusan. 

Awalnya ingin selalu tampil sempurna dimata semua orang, ingin menyenangkan semua orang dan pengin cari aman agar tidak ingin mendapatkan kritikan dari orang lain. Tapi, semakin kesini semakin merasakan stres padahal memikirkan pendapat orang lain malah menguras energi malah buang-buang waktu. Kalau pun ada kritik orang yang Fopo akan kesulitan menerima kritik dan bahkan terancam hingga menyebabkan sensitivitas  hingga sulit berkembang. Takut gagal bahkan tidak bisa memenuhi ekspektasi orang lain. 

Jika terus menerus dibiarkan dapat berkontribusi pada gangguan kesehatan mental. Ngeri banget kan dampaknya.  Apakah dampaknya akan sama pada setiap orang? Tentu beda-beda ya tergantung pada intensitas Fopo individu. Kalau masih dini mendeteksinya maka akan cepat pulih. Penting untuk diingat bahwa takut pendapat orang lain secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan mental.


Ciri -Ciri Tanda Takut Pendapat Orang Lain

1. Ketidakmampuan mengungkapkan diri
2. Pikiran negatif yang berlebihan
3. Isolasi sosial
4. Validasi orang lain lebih di atas segalanya
5. Kesulitan mengambil keputusan
6. Kurangnya kepercayaan diri
7. Perubahan perilaku memenuhi harapan orang lain
8. Cenderung membandingkan diri dengan orang lain
9. Mengalami gejala fisik seperti kecemasan, keringat dingin, bahkan suka panik dalam melihat suatu hal
10. Sulit bahkan kurang berinisiatif
11. Menghindari untuk feedback kritik
12. Takut akan penolakan yang berlebihan dari orang lain

Coba deteksi apakah selama ini ada tanda-tanda Fopo. Kalau ada beberapa harus segara diatasi jangan sampai disepelekan ya. Karena akan mengganggu kehidupan kita. Bakal pusing sendiri dan susah sendiri. Orang lain berpikir seperti itu tapi faktanya tidak. 

Damai Dengan Diri Tanpa FOPO


Fopo menghalangi kita jujur pada diri sendiri. Rasa takut yang berlebihan menghambat produktivitas baik itu di kehidupan pribadi maupun di tempat kerja. Ingatlah selalu dikotomi kendali ada hal-hal yang bisa dikendalikan dan ada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan salah satunya opini orang lain. 

Ingin memenuhi semua pendapat orang sangat menguras energi dan waktu. Semuanya sia-sia dan melelahkan. Cobalah untuk melihat realita dan ubah persepsi kita hingga membuat kita nyaman tanpa embel validasi orang lain. 

Hanya dengan memikirkan pendapat orang lain begitu besar pengaruh dalam kehidupan. butuh waktu untuk melepaskan semua hal-hal yang berkaitan dengan Fopo. Cobalah untuk merenung tentang akar permasalahan dan uraikan lalu identifikasi kenapa kekhawatiran ini baik atau tidak, 

Ketika pemikiran negatif muncul, coba beranikan diri dan bertanya pada diri sendiri memang harus begini atau apa benar kebenarannya seperti ini. Validasi paling penting. Terimalah kekurangan. No body's Perfect. Penerimaan adalah kunci untuk mengatasi Fopo. 

Punya komitmen dan batasan dalam diri. Ketika kita berkumpul dengan orang lain pastinya akan ada komunikasi dua arah. Ada yang pro dan kontra. Jika ada pendapat yang kurang mengenakan diabaikan saja tidak disimpan.

Selalu jaga kesehatan mental. Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan mental dengan cara olahraga, meditasi, banyak bersyukur selalu positif thinking lakukan perubahan positif yang dapat mengantarkan pada membangun perasaan diri sendiri. 

Untuk itu, selama pendapat orang lain bisa memberikan hal yang positif bagi kita tidak masalah. Namun ketika sudah ada tanda mendikte dan bahkan membuat kurang nyaman sehingga menghambat otentik diri sebaiknya mundur teratur. .










14 Responses to "Hidup Tenang Tanpa Takut Pendapat Orang Lain (FOPO)"

  1. Setelah FOMO ini perdana aku tahu tentang FOPO. Dan setelah baca poin-poin dan penjelasannya, bisa dibilang aku berhasil eh katakanlah masih berproses untuk menjalankan hidup tenang tanpa takut sama pendapat orang.

    Melegakan! di satu sisi nggak menjadikanku segerampangan dan sebegitu bodo amatnya juga. Tapi selama nggak melawan hukum dan norma umum, aku berusaha untuk gak begitu peduli sama ocehan orang lain. Butuh waktu dan jam terbang tentu saja :)

    ReplyDelete
  2. Setuju banget sih, melakukan hal ini rasanya damai tentram dan enteng banget rasanya, ak sudah mencobanya dalam 1 tahun belakangan ini. Ibaratkan jika tidak diajak yaa saya tidak ingin ikut campur, begitu saja. hhhe

    ReplyDelete
  3. baru dengar nih aku tentang fopo ini, mbak. dalam beberapa hal mendengarkan pendapat orang lain itu memang perlu ya tapi kalau sampai membuat kita takut melakukan sesuatu ya jadinya tidak baik juga

    ReplyDelete
  4. Kalau FOMO sdh sering dengar, nah .tentang FOPO ini baru tahu setelah membaca artikel teman2.. Terima kasih sharing infonya ya. .

    ReplyDelete
  5. Nambah istilah baru setelah membaca artikelnya, ternyata ketakutan atau terlalu tergantung dengan pendapat orang lain dan membuat diri jadi kurang berani menunjukkan apa yang diinginkan diri, itu termasuk FOPO. Makasih infonya kak.

    ReplyDelete
  6. harus bijak ya mana omongan orang yang perlu diperhatikan dan mana yang diabaikan serta cara menyikapinya masing2

    ReplyDelete
  7. Kayanya kita tuh harus "Do it and forget it" - biar gak kepikiran terus tentang apa yang uda kita lakukan dan gimana diri kita dimata orang lain.
    Kebayang betapa lelahnya sii.. Tapi akutu gak memungkiri, ada saatnya ngerasa FOPO banget.

    Mungkin kalo uda mulai FOPO, waktunya jeda sejenak dengan dunia maya dan perbanyak berteman di dunia nyata, yang bener-bener memahami diri kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak len harus ada jedanya jangan sampai terpuruk dengan opini orang yang dapat menjatuhkan.

      Delete
Mohon berkomentar dengan bijak. Berkomentar menggunakan link hidup otomatis akan di hapus. Terima kasih ^_^