/ -->

[TRUE STORY] Cita-Cita Menjadi Penulis, Siapa Takut!

Konten [Tampil]
Cita-Cita Menjadi Penulis, Siapa Takut!


Linimasaade.com - Cita-Cita Menjadi Penulis, Siapa Takut! - Sebenarnya saya masih malu-malu dalam perihal cerita tentang menulis. Pasalnya belum begitu expert atau belum jago dalam dunia tulis menulis.

Tapi, semenjak melihat Instagram Live Mbak Analisa sampai kapan mau menunggu kalau harus nunggu jago dulu. jadi tertampar sama motivasinya. Jadi, meskipun belum expert tetaplah berbagi. Because Sharing is healing.

Tidak usah menunggu keren ayo proses jadi keren. Maka dari itu saya ceritakan pengalaman saya kenapa suka menulis.

1.Membaca dan Menulis

Membaca merupakan salah satu kegiatan melihat/menelaah hal-hal yang baru yang belum pernah di ketahui sebelumnya. Membaca merupakan salah satu alternatif untuk mencerdaskan seseorang. Betapa tidak tegiur kah nikmatnya membaca, sehingga banyak orang-orang yang mengetahui nikmatnya membaca.

Wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW adalah surat Al-isra. Surat ini menjelaskan tentang betapa pentingnya membaca. Banyak sekali manfaat membaca diantaranya dapat menambah wawasan, menjelajah dunia, menyehatkan kinerja otak, dan banyak sekali manfaat-manfaat dari membaca.

Menulis merupakan salah satu aktifitas menggambarkan apa yang telah di pahami dari membaca, lalu menuliskan hal yang penting. Menulis itu dapat menyembabkan kecerdasan otak, juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Misalnya jika seseorang membiasakan diri untuk menulis maka energi negatif yang ada tubuh yang di alirkan melalui menulis akan segera hilang. Menulis dapat memberikan manfaat begitu besar, baik secara internal maupun eksternal. Adapun manfaat menulis untuk pribadi yaitu:

  • Mengikat ilmu

Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ikatlah ilmu dengan menulis. Jadi setiap membaca pasti ada hal-hal penting atau poin-poin penting untuk di tulis.

Maka dengan menulis adalah jalannya. Ada hal-hal yang penting dalam membaca maka  tulislah. Secara tidak sadar kita telah memberikan ilmu walaupun hanya sedikti kepada pembaca. 

  • Menuangkan Ide

Dengan menulis, kita dapat menuangkan ide apa yang telah diketahui setelah kegiatan membaca. Dengan menulis kita akan peka apa yang terjadi di dalam masyarakat. Menulis bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain yang dapat mengetahui apa yang kita tuliskan. Ide itu banyak variasinya, ada sebagian orang menerima ide yang kita tulis dan ada sebagian lagi menolak mentah-mentah ide yang kita tuliskan. Jangan di risaukan tentang hal itu. Yang terpenting adalah mencoba untuk menuangkan ide menjadi tulisan dari pada mempunyai ide tapi hanya di pendam. Coba saja dan rasakan manfaat menulis.

  • Menulis Karena Aku Ada


Pernah mendengar ungkapan dari Rene Deskrates? ungkapannya adalah “Aku Menulis maka aku ada” jadi artinya jika menulis maka kita diakui keberadaanya. Meskipun raga sudah tidak ada namun karya akan abadi. Menulis itu menunjukkan bahwa eksistensi seorang penulis.

Artinya jika penulis itu secara terus menerus menulis maka dengan sendirinya penulis akan dianggap ada, sebaliknya jika penuli itu berhenti menulis, maka eksistensinya tidak ada. Maka tak ada pilihan lain dengan menulislah keberadaaannya akan dianggap ada oleh orang.

  • Di kenal banyak orang

Bukan hanya selebritis yang di puja-puja karena ketampanan bahkan kecantikan, tapi  dengan menulis juga akan di kenal orang. Tidak percaya? Tahu Tere Liye?

Kebangetan kalau tidak tahu penulis favorit saya ini telah banyak menulis buku salah satunya buku novel dan novelnya itu banyak best seller. Ketenaran penulis tidak setenar selebritis. ketenaran penulis tidak mengedepankan penampilan melainkan dengan tulisannya yang dapat memikat para pembaca.
Misalnya tulisannya itu diterbitkan lalu membuat perubahan untuk pembacanya. Maka tidak lain sang pembaca akan mencari tahu latar belakang penulis.

  • Daya ingat kuat

Tidak salah lagi bahwa salah satu pemicu kecerdasan salah satunya adalah dengan menulis. Betapa tidak kaget dengan menulis akan memperkuat daya ingat. Banyak sekali penelitian yang menyebutkan bahwa salah satu aktifitas menulis dapat menyebabkan kecerdasan otak, menghilangkan stres dan memperkuat daya ingat seseorang.

Lalu penelitian itu di lakukan oleh dua orang. Satu orang melakukan aktifitas menulis dan satu tidak melakukan aktifitas menulis. Setelah dilihat hasilnya ternyata salah stau orang yang menulis kinerja otak dan tubuhnya seimbang dia bisa mengontrol diri dan mengalirkan emosinya melalui tulisan dan kinerja otak nya sangat fantastis.  The miracle of writing.

  • Menulis itu never die

Salah satu novelis terkenal pramoedy Ananta Toer pernah mengatakan bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Teori ini benar adanya, meskipun Bung Pramoedy sudah tiada namun karyanya abadi sepanjang masa dan masih di nikmati oleh generasi penikmat sastra. Betapa pentingnya menulis dan betapa besar manfaatnya dengan menulis. So write now!

Fenomena Membaca dan Menulis 

Sebagian orang membaca itu merupakan suatu keharusan dan sebagian lagi suatu kebosanan. Disadari atau tidak, hal ini yang terjadi di Indonesia. Menurut statistik UNESCO, minat baca indonesia jika di presentasikan hanya mencapai 0,001, artinya dari 1000 penduduk hanya 1 orang yang minat membaca.

Betapa mengejutkan lagi survei khusus negara ASEAN, bahwa indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara yang disurvei. Data ini sangat mencengankan. Bahkan dalam skala internasional indonesia berada di urutan ke 69 dari 172 negara.

Ini sebuah angka yang sangat menyedihkan. Banyaknya penduduk indonesia, tetapi minat baca dan menulis sangatlah kurang. Karena kurangnya fasilitas dan edukasi terhadap masyarakat betapa pentingnya membaca dan menulis. Di kanada setiap sekolah dasar mewajibkan siswa untuk membaca buku minimal 1 buku/minggu.

Meskipun negara kecil, namun Kanada adalah salah satu penyumbang minat baca tertinggi setelah Amerika serikat dan inggris. Negara-negara maju sudah menemukan nikmatnya dalam membaca. Banyak sekali penulis-penulis hebat terlahir dari negara barat. Ada yang tahu J.K Rowling?

Kalau belum tahu kebangetan. Beliau merupakan penulis buku Harry Potter yang sangat fenomenal hingga sekarang. Dalam kata bijaknya J.K Rowling berkata ”Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.” Hal ini membuktikan bahwa yang di ungkapkan oleh J.K Rowling adalah benar.

Saya sudah membuktikannya sendiri. Dengan menulis, apa yang telah kita alami dan menulis dengan perasaan, maka ide itu terus mengalir tanpa henti. Karena kita tahu bahwa menulis dengan sentuhan hati akan memberikan efek yang sangat kuat dan efektif sehingga kita tidak canggung apa yang kita tulis dan apa yang kita rasakan.

Okelah kita tinggalkan dulu. J.K rowling. sekarang bagaimana dampaknya jika negara  yang ratusan juta warganya, tetapi menulis dan membaca pun masih kurang. Salah satu survei yang sangat mencengangkan bahwa setiap hari anak-anak indonesia menghabiskan waktunya di layar televisi selama 300 menit perhari.

Itu waktu tiap hari bukan perbulannya. Betapa kurangnya minat baca di indonesia. Anak-anak Australia hanya menghabiskan 150 menit di layar televisi.

Jika kita ketahui bahwa anak-anak yang sering menonton televisi teralu lama, akan mengakibatkan otaknya pasif tidak aktif, karena keenakannya menonton televisi tanpa harus berfikir.

Itu salah satu kasus di indonesia. Oleh karena itu, perlu ada perhatian lebih dari berbagai pihak agar minat membaca dan menulis di Indonesia tidak separah apa yang di surveikan lembaga-lembaga survei.

Membaca dan menulis di ibaratkan bagaikan sayur tanpa garam. Jika ingin menjadi penulis, maka banyak-banyaklah membaca, jika membaca tapi tidak ingin lupa apa yang dibaca, maka cobalah untuk menulis. Karena membaca dan menulis adalah satu kesatuan mengikat ilmu.

3. Suka Membaca

Sok pinter, belagu sombong, itulah celotehan yang saya dengar ketika saya membaca. Itulah keanehan orang indonesia serba salah. suka membaca di bilang sok tahu, sok bijak, sok apa itu. Padahal membaca itu penting. Betapa melekatnya budaya sok di indonesia. jika seperti itu, maka kapan akan majunya? Tidak berintropeksi diri?

Kalau ada yang bilang begitu mak jangan panik jangan khawatir itu adalah ujian buat kalian para penulis dan pembaca. Karena itulah indonesia.

Jangan sungkan untuk membaca karena membaca buku membaca semesta. Ini yang saya alami, ketika saya senang dalam membaca. Setelah tahu nikmatnya membaca, Dari sini cikal bakal saya mencintai dunia kepenulisan, dari buku fenomenalnya Ahmadi Sofyan mengantar saya berniat untuk menjadi penulis.

Bukunya yang mudah dipahami dan menyuntikkan energi bagi penulis pemula seperti saya ini. Khalifah Ali Bin Abi Thalib mengatakan bahwa ”Ikatlah ilmu dengan menulis." Dan Allah telah berfirman bahwasannya Allah Subhanhu wata'ala akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan Rasullullah SAW mengatakan bahwa ada 3 amalan yang tiada putusnya: 1. Shodaqoh Jariyah 2. Doa Anak Sholeh dan 3. Ilmu yang bermanfaat.

Ada pun salah satu hadits yang selalu  terngiang-ngiang di telinga: ”manusia yang baik adalah manusia yang yang bermanfaat bagi sesama." Pesan tersirat dari hadits tersebut hanya manusia yang baik yang di cap sebagai manusia yang bermanfaat. Suntikan energi itu membuat saya yakin untuk menebarkan manfaat salah satunya dengan menulis. Memang sulit untuk memulainya. ”Tulis apa yah? Kok jadi penulis susah?" Ya sudah malas. Itu ujian jangan pernah berhenti untuk mencoba menulis.

Hari demi hari membaca merupakan makanan sehari-hari. Ternyata kegemaran saya membaca semakin menggila. Buku apa saja saya baca, mulai dari non fiksi hingga fiksi apa pun jenis buku itu kecuali buku mata kuliah.

Dari kegemaran membaca itu, mulai terfikir kenapa tidak mencoba untuk menulis dan bisa diterbitkan. Semakin hari semakin galau karena bagaimana cara memulainya.

Karena belum tahu menahu soal dunia kepenulisan.  saya orang tipe melankolis yaitu si perfeksionis, apa saja harus sempurna tidak boleh ada yang kurang, maka saya mencari tahu sana sini bagaimana dunia kepenulisan itu, bagaimana tata cara kepenulisan itu sesuai dengan KBBI. Ternyata benar penulis pemula itu jangan pernah menyerah.

Banyak hal-hal baru yang ditemui dari tata bahasa, seperti mempesona harus nya memesona. Jadi banyak hal yang harus saya pelajari di dunia kepenulisan.

Puluhan website yang saya kunjungi untuk mengasah kepenulisan. salah satunya websitenya briliagung, Tendi Murti yang sering saya kunjungi karena dengan gaya kepenulisannya yang ringan dan mudah saya pahami sebagai penulis pemula yang masih awam.

4. Ikut Event

Sudah persiapan bagaimana dunia kepenulisan itu, agar tidak was-was saya memberanikan diri untuk mencoba memprakteknya salah satunya adalah mengikuti berbagai perlombaan. Sudah banyak perlombaan yang saya ikut mulai dari menulis artikel, puisi dan cerpen. Semuanya gagal hanya beberapa puisi untuk di terbitkan.

Pada tanggal 12 desember 2016 saya mencari event lomba di facebook, dengan sabarnya jemari tangan mengetikkan kata kunci. Tapi hasilnya nihil, belum satu pun kata kunci yang saya ketik di search facebook yang saya temukan event-event sastra. Akhirnya saya temukan seseorang yang mengikuti perlombaan puisi.

Saya langsung berteman dengannya Pertama kali mengikuti lomba puisi dengan tema segitiga. Yang di adakan oleh Cahaya Mujur Lestari yang bertempat di Makassar.

Lalu dengan tema segitiga saya terpikir untuk membuat puisi yang pernah saya alami curhat ceritanya. Yaitu dengan judul Cinta Segitiga. Saya tulis dengan perasaaan marah karena itu merupakan pengalaman pribadi. Menulis puisi dengan judul cinta segitiga Ternyata membuahkan hasil puisinya terpilih menjadi salah satu kontributor terbaik. Tahukan perasaaannya bagaimana?

Senang dan menjadi semangat menjadi menggebu-gebu karena terpilihnya menjadi kontributor terbaik. Setiap hari setiap buka facebook, mencari lomba-lomba puisi. Karena mulai terbiasa bergelut dengan namanya lomba.

Dan banyak sekali event-event di facebook. Ternyata dunia itu luas. Semangat yang membakar ini terus menerus dijaga. Meskipun banyak gagalnya tapi menyerah tidak akan pernah.

5. Ketipu Penerbit

Tidak semuanya berjalan dengan mulus, ada kalanya lika-liku itu selalu ada. Mengikuti lomba dan terpilih menjadi salah satu kontributor terbaik adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Otomatis setiap peserta harus membeli bukunya karena akan diterbitkan bersama. Senangnya double nih. Saking senangnya tanpa berpikir panjang transfer sana transfer sini, tidak tahu apakah penerbitnya abal-abal atau asli. Oke lah saya transfer uangnya harga buku dan ongkirnya.

Berharap bukunya seminggu lagi ada ditangan. Ternyata ekspetasi selalu bertolak belakang dengan realita. Sudah sebulan pun buku itu tak kunjung datang. Soalnya ikut transfer di rekening Kakak, Kakak selalu menanyakan bukunya mana kok belum datang, jangan-jangan kamu ketipu.

Saya memastikan bahwa semuanya baik-baik saja dan kata penipuan tidak akan pernah terjadi. Galaunya banget, tidak pernah di respon ketika saya komentari di kronologi penerbitnya. Lalu saya  mencoba memberanikan diri untuk kontak penerbitnya secara langsung, karena PJ sudah berusaha sebisa mungkin untuk menghubungi penerbitnya.

Ternyata penerbitnya banyak alasan, bilangnya tunggu sebulan lagi bukunya masih dalam proses cetak. Selalu aja alasan klasik yang di lontarkan.

Hampir 3 bulan penerbit itu memberi harapan kosong, min gimana nih bukunya kok belum ada ? hampir geregetan sampai adminnya.  Pada tanggal 4 bulan juni saya mencoba menghubunginya lagi, ternyata penerbitnya me non aktifkan akunnya.

Saya langsung panik kok adminnya menonaktifkan apa di blokir facebook atau bagaimana?jika begitu Apa itu tandanya? Tandanya mereka penipu.

Berani kabur? Meninggalkan tanggung jawab dan membawa uang penulis lainnya. Hampir semua marah, kecewa, akibat ulah penerbit abal-abal. Saya di sini pun jengkel karena menjadi kontributor dari empat buku. Tapi masih ada untungnya, hanya transfer 1 buku.

 Ada juga yang semuanya kasihan kan? Bagaimana mau maju penulis muda Indonesia, di sisi lain banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan  untuk menjadi penerbit abal-abal. Salah satu PJ memberanikan diri untuk melaporkan ke polisi dan membuat surat penarikkan naskah.

Semua surat di sebarkan kepada para peserta yang terlibat. Untuk membuat surat pernyataan penarikkan naskah dengan tanda tangan di atas materai 6000.  Dari kejadian itu, sempat trauma untuk mengikuti lomba lagi.

Dan ada hikmahnya berhati-hati dalam memilih perlombaan. Karena tidak semuanya yang muncul di permukaan merupakan penerbit asli khususnya penerbit indie.

 Sampai saat ini kasus ini belum pernah di usut tuntas karena mungkin PJ sudah kewalahan dengan penerbit bertopeng janji manis. Hampir 10 PJ ikut penipuan ini dan semuanya hilang bagaikan di telan bumi. Penerbit Cahaya Mujur Lestari Mulus menghilang tanpa jejak yang ditinggalkanya. Semoga semua diberikan ketabahan dan tetap menulis.

6. Mulai Aktif Grup Nulis

Masa suram ditipu penerbit tak bisa di hapus dari ingatan, begitu kuatnya ingatan itu sampai-sampai harus dikubur dalam-dalam.

Saatnya move on dari penerbit abal-abal. Mesikpun tak bisa di lupakan. Saatnya bangkit kembali. Mulai aktif mencari grup menulis di instagram. Salah satu pertama kali grup menulis yang saya temui yaitu KMO Batch 10 A.

Di instagramnya inspirator academy. Berhubungan sedang membuka pendaftaran, akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti kelas menulis online. Risih karena belum punya basic dalam dunia kepenulisan. Ada yang sudah jago dalam nulis cerpen, artikel bahkan novel. Semua anggota pada jago-jago.

Sedangkan saya hanya menjadi silent reader dan berkomentar ketika kelas sedang mulai. Singkat cerita dari awal ikut kmo, semakin kesini ternyata semakin terbuka lebar grup tentang kepenulisan. ternyata begini dunia kepenulisan itu. Salah satu grup yang membuatku kagum adalah grup Kmo tentunya.

Mengajarkan bagaimana sih menulis landasan menulis, bagaimana mengikat ide.  Hampir 11 grup sekarang saya geluti dari bahasa turkey, kajian fiqih dan sebagainnya. Pada idul fitri kuota internet habis, dan terpaksa selama 2 minggu sementara tidak pernah menggunakan social media. wal hasil setelah membuka kembali whatsapp. Beberapa grup me-remove saya, mungkin karena saya tidak aktif kembali.

Tapi bukan itu alasannya karena kuota internet habis. Salah satu grup yang membuat saya galau yaitu KMO. Admin meremove saya. Dan saya pasrah karena admin tidak tahu alasannya saya non aktif whatsapp. Tapi sekarang dengan berbangga bisa bergabung lagi dengan KMO Batch 11 B.

Dengan teman baru dan lingkungan baru, membuat saya semangat untuk menulis, menulis, dan menulis, meskipun belum semahir para penulis senior.

Tapi Insha Allah saya pasti bisa seperti mereka. Sekarang boleh saya di inspirasi orang lain tapi di masa depan saya ingin menginpirasi orang lain dengan menulis. Aamiin.

7. Writer Go

Pengalaman adalah guru terbaik. Setelah mengalami berbagai pengalaman yang manis maupun pahit. Semuanya di nikmati. Karena tidak ada penulis yang menempuh jalan yang mudah. Semuanya mempunyai porsi masing-masing untuk menjadi penulis sukses. Semua berawal dari niat. Dengan berbekal niat, tekad, usaha dan juga doa.

Insha Allah menjadi penulis merupakan suatu keharusan. Karena sudah menikmati nikmatnya menebarkan manfaat itu apa dan manfaat menjadi penulis sangat luas. Maka memutuskan untuk menjadi penulis. Meskipun harus memanaje waktu yang ekstra, namun semangat menulis saya tidak pernah putus. Semoga menjadi ladang amal dan bisa menerbitkan buku solo aamiin.

“Buatlah Hidup Menjadi berwarna dengan menulis.” (Ade lisna)






25 Responses to "[TRUE STORY] Cita-Cita Menjadi Penulis, Siapa Takut!"

  1. Aamiin..menulis kalo udah jadi passion insya Allah susah brenti. bikin nagih malah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owalah dikomentar sama penulis kece iya mbak semangat doakan ya.

      Delete
  2. Kalau aku, dulu gak bercita-cita jadi Penulis. Cuma memang terbiasa menulis dan membaca. Waktu ada teman yang ngirim ke media, akhirnya penasaran dan ikut juga meski gak lolos, hahaha

    ReplyDelete
  3. Kalau untuk menulis buku aku belum berani, masih kurang banget ilmunya, paling menulis blog aja ya:) Tapi salut sama teman2 yang semangat menulis buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sama nih kayak Lidya. Gak tau juga kenapa, tiap kali pengen menulis buku malah selalu blank. Giliran nulis blog bisa lancar jaya sampai sekarang

      Delete
    2. Iya mbak yuk semangat dimana pun medianya yang tetap nulis ya hehe.

      Delete
  4. Ah jadi teringat kembalu cita2 lama yg sempat terkubur dg berbagai keg yg ada. Trims mba, saya terpacu ingin mulai menulis lagi nih..

    ReplyDelete
  5. Aku kecil suka nulis eh tepatnya ngarang cerita fiksi gitu. Pengennya dikirim ke media-media kayak bobo, dll. Tapi gak pede tulisannya kacau, haha. Sekarang malah tersalurkan lewat blog. Tapi belum kepikiran buat jadi penulis buku huhu

    ReplyDelete
  6. Jadi inget pernh ketipu juga, ah sudahlah inget2 jd kesel lagi :D
    Semangat selalu y, Mbaaa
    Semoga makin moncer karier nulisnyaa

    ReplyDelete
  7. Kayaknya kalau aku ditanya hal apa yg tidak bisa aku tinggalkan di dunia ini, menulis adalah jawabannya.

    Nulis tuh bukan cuma jadi kerjan bt saya tapi juga nyalurin hobi dan ada kepuasan batin aja klo udah selesai kan satu postingan.

    ReplyDelete
  8. Aku dulu enggak kepikiran jadi penulis mbak, tapi memang suka menulis kata-kata motivasi. Alhasil, sekarang suka buat artikel mbak hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Arda, apapun medianya menulis harus ya mbak.

      Delete
  9. Aku tuh baru sadar, kalau menulis itu seperti membuka pikiran kita dan menyampaikan dengan orang lain.
    Walau yang aku tulis masih yang retjeh-retjeh macam drama korea siik yaa...
    HIhii~
    ((jadi maluuu))

    ReplyDelete
  10. Saya baru menulis di blog, itu pun belum konsisten, karena semangatnya masih hilang-hilang timbul. Memang seharusnya tergabung dlm grup menulis ya, biar terpacu juga. Makasih sharingnya mba.

    ReplyDelete
  11. Untuk saat ini belum niat bikin atau nerbitin buku masih suka suka menulis di blog. Entahlah kalau kedepannya.

    ReplyDelete
  12. Aku lagi senang nulis cerita anak nih mb. Pengen mencoba membukukan cerita anak yang kutulis

    ReplyDelete
  13. jadi penulis memang okeee kok mba..apalagi jika memang suka menulis, membaca dan bercerita

    ReplyDelete
  14. Aku dulu juga sejak SD bilang mau jadi penulis dan dokter
    Eh keturutan yang penulis meski cuma blog dan beberapa antologi

    ReplyDelete
  15. Membaca artikel ini mengingatkan saya pertama kali belajar menulis. Waktu itu ingin menulis novel. Sudah dapat 5 bab mandeg. Ternyata sulit juga menulis novel, haha

    Setelah itu ada yang mengingatkan saya supaya menulis pendek-pendek aja. Taraaa, jadilah nyemplung ke dunia blogger, haha

    Sejak itu jadi suka menulis dan membaca. Makin dinikmati menulis itu pekerjaan yang menyenangkan

    ReplyDelete
  16. hahahah cita-cita saya dulu juga selain jadi insinyur, juga jadi penulis novel, tapi ternyata susah juga nulis itu, apalagi nulis novel, butuh riset, dan memang lebih enaknya tulisan kisah sendiri aja, biar nggak pake riset yang mendalam hahaha.

    Saya baru 2 kali menulis buku tapi antologi sih, jujur memang saya lebih suka nulis blog karena effortnya beda.

    Mungkin nanti kalau anak-anak udah lebih mandiri, sehingga waktu fokus saya lebih banyak, saya bakalan nulis buku.

    Cari kontributor teman sendiri Mba, atau dari komunitas, biar nggak kena tipu :D

    ReplyDelete
Mohon berkomentar dengan bijak. Berkomentar menggunakan link hidup otomatis akan di hapus. Terima kasih


data-full-width-responsive="true">