Thursday, 8 February 2018

Ini beberapa alternatif laki-laki dalam memilih calon istri untuk dijadikan jodoh dan pendamping hidup. Kamu sudah msuk kriterianya?

Recommended



Ini beberapa alternatif  laki-laki dalam memilih calon istri untuk dijadikan jodoh dan pendamping hidup. Kamu sudah msuk kriterianya? - Pada pembahasan sebelumnya, telah membahas mengenai motivasi untuk mendapatkan joodh, serta kriteria jodoh menurut pandangan islam dikupas secara tuntas dan angat jelas, semoga di praktekkan shalilhah. Take action. Dalam artikel ini saya akan membahas laki-laki dalam memilih calon istri yang lebih diutamakan seperti apa? Apakah harus bersolek atau yang selalu bekerja keras atau yang paling bai agamanya? Nah peasaran kan? Sebelumnya bismillahirahmanirohim. Semoga berkah dalam memulai.

Pada dasarnya, masalah dalam memilih jodoh itu sangatlah penitng, karena menyangkut masalah dunia dan akhirat. Karena menikah adalah menyempurnakan separuh agama. Buakn seperempat bukan seperdalam tapi setengah. Berati betapa besarnya kadar agama dalam menikah betapa banyak pahala jika menikah. Maka dari itu sebelum jauh-jauh hari harus meneliti dan harus menelaah seberapa siapkah kita dalam memilih joodh yang pantas untuk masalah dunia dan akhirat.
Universitas King Abdul Aziz di Jeddah mekkah pernah menyelenggarakan sarasehan akbar yang di promotori oleh Dr. Abdullah Nasrif, saat ini dia masih menjabat sebagai rektor universitas. Dalam acara tersebut banyak didampingi oleh beberapa staf misalnya Ustadz Abdullah Majid Syabkasyi sebagai direktur majalah al bilad, dan di bantu oleh dosen –dosen lain. Mereka menganngkat masalah seputar pernikahan, Memilih wnaita, memilih laki-laki dan yang terkahir maslah poligami.

Dalam pernyataan diatas, saya menangkap bahwa mereka sangat menyadari akan pentingnya pernikahan dan pentingnya rumah tangga, dimana persiapan membangun mahligai tersebut justru lebh rumit dibandingkan persiapan membangun rumah megah sekalipun. Sebab membangun rumah hanya menyangkut masalah duniawi saja tetapi membangun rumah tangga menyangkut masalah dunia dan akhirat.  Jadi dalam perihal memilih joodh tidak asala pilih semisal cantik, kaya, berketurunana baik dan lain sebagainya. Melainkan ada beberapa peritmbangan kebaikan dunia dan akhirat.

Pernikahan adalah tabiat manusia, artinya pertalian tersebut sesuai dengan kebutuhan. Jadi agama memberikan maklumat “nikah: sesungghunya hanya berkisar ahlak sopan santun yang arus dipraktekkan menjelang masuk pernikahan sambil menunggu mati. Yang manfaatnya, sebagian sudah kita reguk di dunia dan akhirat kelak lebih berkepentingan. Yang intinya dari segala kesiapan nikah, syarat-syarat nikah, praktek nikah, hidup berkeluarga; sesuai dengan syara’ (undang-undang agama islam) yang disyariatkan Allah Ta’ala melalui pelantara Nabi Muhammad SAW.


Adapun masalah pertimbangan pilihan pemudah dalam memilih caln istri.

1.      Empat pilihan dalam memilih calon istri
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah bersabda: “ wanita dinikahi karena 4 perkara;(1) Karena harta bendanya, (2) karena keturunannya, (3) karena kecantikannya, (4) karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti kamu beruntung.”  (H.R Imam Bukhari Muslim, Melalui Abu hurairah RA)
Penjelasan dari hadits diatas bahwasannay ada 4 faktor dalam masalh memilih jodoh . namun nabi merekomendasikan no 4 yaitu karena agamanya. Karena jika memilih bukan karena agamanya akan ada sesuatu yang tidak di inginkan Misalnya jika memilihkarena harta, maka istri akan menyombongkan diri dan suami akan ditindas, jika memilih karena kecantikan maka wanita akan meyombongkan diri. Maka pilihlah yang beragama. Namun cantik dan beragama hanya 1001 macam perempuan seperti ini. Apalagi kriteria 4 faktor itu ada mislanya cantiknya, berketurunan baik, hartanya serta agamanya.

2.      Mengutamakan orang jauh

Poin kedua adalah memilih calon istri dengan mengutamakan orang yang jauh. Artinya orang jauh akan mendekatkan atau menghubungkan kekerabatan. Pilihlah wnaita yang tidak memnpunyai hubungan kekerebatan. Jika memilih wanita dari keluarga semisal anak paman, bibi atau uyang lainynya. Jika ada masalah akan menimbulkan rasa ketidak harmonisan dalam keluarga. Dapat merenggangkan silaturahmi anatara kerabat. Yang tadinya lekat dekat namun ada maslah dalam rumah tangga akan menambhkan percik-percik permusuhan. Utamakan calon istri yang jauh dari jangkauan. Karena jika memilih calon istri yang jauh, maka akan mendatangkan garis keturunan dimana jika mendapatkan jodoh dari orang jauh akan melahirkan generasi yang cerdas. Menurut ilmuan jika menikah dengan orang jauh akan memperkuat keinginan tidak akan lemah. Maka dari itu pilihlah orang jauh namun utamakan agama. Umar bin Khatab pernah mengajarkan :” Menikahlah dengan orang yang jauh, sebab hal itu tidak akan melemahkan.” Dalam hikmah menikah dengan orang jauh diantaranya memperkuat persatuan dan silaturahmi, saling mengenal dan memperluas kekerabatan, mengekalkan kasih sayang, menghancurkan perbedaan dan melahirkan anak cerdas dan tangguh.

3.      Punya naluri keibu-ibuan/ mencintai anak

Naluri seorang wanita sebagai seorang ibu unutk putra-putrinya kelak sangatlah penting dimiliki oleh wanita. Pada dasarnya, naluri tersebut sudah terdapat pada wanita sejak lahir sebagai qordatnya. Hanya dalam kehidupan sekarang banyak wanita yang lupa akan firahnya sebagai wanita yang tugas utamanya menjadi seorang ibu dan menjadi seorang istri yang harus taat pada suami.
Naluri mencintai sudah menjadi tabiat wanita secara umum. Nabi Muhammad SAW bersabda:” sebaik-baik wnaita suku Quraisy ialah yang paling sayang terhadap anak di wkatu kecil, dan paling teliti mengurusi suaminya.”

 4.      Wanita yang subur

Pada poin keempat dalam hal memilih joodh adalah memilih wanita yang subur. Kalau diibaratkan wnaita adalah aset negara, kaenapa? Karena dalam peran wanita akan mencetak generasi penerus agama dan negara. Pantas saja surg itu dibawah telapak kaki ibu.Sebab peran ibu adalah madrasah utama bagi anak dalam segi pendidikan agama maupun karakter yang dibentuk seorang ibu kepada anaknya.

Banyak khalayak yang sangat meremehkanpengertian diatas karena hanya soal wnaita.
Al Qadli Nashruddin Al Baidiawi menjelaskan ciri khas terhadap wanita.:
“ bagi orang-orang yang punya udi luhur dan punya agama, dia akan mengutamakan dan mendahulukan agama diatas segala-galanya. Begitpun memilih seorang wanita sebagai pendamping hidupnya. Dia kan memilih yang dapat  membantu diabelromba-lomba memperoleh ridho_Nya, atau malah justru menjerumuskan dia ke dalam maksiat dan dosa. Dia akan memilih wanita yang punya pendidikan baik, dari keturuna yang baik dan subur peranakannya”


Mohon berkomentar dengan bijak. Berkomentar menggunakan link hidup otomatis akan di hapus. Terimakasih
EmoticonEmoticon