Saturday, 3 January 2015

Ketentuan Shalat Sunnah Rawatib

Baca Juga

Apa Itu Shalat Rawatib

Ketentuan Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan menyertai shalat wajib. Shalat Rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut Shalat Qabliyah, sedangkan Shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat wajib disebut dengan shalat Ba'diyah.

Pelaksanaan Shalat Sunnah Rawaib terbagi menjadi dua yaitu:

1. Shalat Sunnah Rawatib Muakad

Shalat Sunnah Rawatib muakad adalah shalat rawatib yang sangat dianjurkan pelaksanaannya.

Adapun pelaksanaannya ditentukan sebagai berikut:


a. Dua rakaat sebelum lohor
b. Dua rakaat sesudah lohor
c. Dua rakaat sesudah magrib
d. Dua rakaat setelah isya
e. Dua rakaat sebelum shubuh

2. Shalat Sunnah Rawatib Gairu Muakad

Shalat sunnah raatib gairu muakd yaitu shalat rawatib yang kurang ditekankan pelaksanaannya.

Adapun pelaksanaan Shalat rawatib ghiru muakad ditentukan sebagai berikut:

a. Empat rakaat seudah dan sesudah shalat lohorb. Empat rakaat sebelum asarc. Dua rakaat sebelum margib

Tata Cara Shalat Rawatib

Cara melaksanakan shalat rawatib adalah sama dengan melaksanakan shalat wajib, yang membedakan hanyalah niat. Gerakan maupun bacaannya sama. meskipun demikian, dalam melaksanakan sahalat rawatib ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Tidak didahului adzan dan iqamah.

2. DIlaksanakan secara munfarid (sendirian).

3. Bacaannya tidak dinyaringkan.

4. Dilaksanakan dua rakaat salam.

5. Sebaiknya tempat melaksanakan shalat sunnah rawatib berbeda dengan shalat wajib (dengan cara       
    ke samping atau yang lain).

6. Bacaan surat pda masing-masing rakaat diutamakan surat Al-kafirun dan Surat Al-Ikhlas.

7. Diawali dengan niat menurut macam shalatnya.

Niat Shalat Sunnah Rawatib sebagai berikut:

usholli sunnata qobliyah /ba'diyah ... rak'ataini lillahi ta'alaa
Artinya: "Saya niat shalat rawtib sebelum/ sesudah dua rakaat karena Allah ta'ala." 

Contoh lafal niat shalat tersebut apabila pelaksanaannya diucapkan, begitu pula seterusnya pada shalat-shalat rawatib lainnya tinggal menyebutkan lafal qabliyah atau bakdiyah pada shalat fardu yang diikuti dengan shalat rawatib.

Kemudian bagi yang mengikuti pendapat bahwa iat tidak perlu dilafalkan, maka yang penting kesengajaan hati bersamaan takbiratul ihram menyatakan melaksanakan shalat sunnah yang menyertai shalat fardu tersebut.

Dua macam cara niat, baik yang dilafalkan maupun tidak, pelaksanaanya tergantung kepada masing-masing orang yang melaksanakannya. Maksudnya, dua macam cara tersebut sama-sama boleh dilakukan. 












Previous
This Is The Oldest Page

Mohon berkomentar dengan bijak. Berkomentar menggunakan link hidup otomatis akan di hapus. Terimakasih
EmoticonEmoticon